Dimana PCBs Ditemukan

Bahan kimia Polychlorinated Biphenyls (PCBs) ini ditemukan pada akhir tahun 1920 dan digunakan sebagai minyak isolator dalam peralatan listrik, fluida penghantar panas dan di dalam pelumas. PCBs sangat sulit untuk dipecahkan oleh asam, basa dan panas. Daya tahan ini memungkinkan PCBs digunakan di dalam bahan pembuat plastik, pelapis permukaan, tinta, perekat, zat anti api, cat dan kertas foto kopi non-karbon. Pada akhir tahun 1970, kandungan PCBs dan senyawa POPs lainnya ditemukan dalam konsentrasi tinggi di lingkungan dan jaringan lemak manusia yang kemudian dilarang penggunaannya di sebagian besar negara berkembang.

PCB tidak pernah diproduksi di Indonesia tetapi secara luas diimpor dan digunakan sampai tahun 1985, ketika Pertamina melarang penggunaan PCBs. Secara resmi, PCBs dilarang untuk digunakan, di impor dan ekspor di Indonesia sejak tahun 2001 dan diatur oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.

PCBs telah diproduksi di berbagai negara, namun tidak diproduksi di Indonesia dan senyawa kimia ini telah didatangkan dari Amerika, Jerman dan Inggris.

PCB telah digunakan secara tertutup, tertutup sebagian maupun terbuka

  • Transformer, Kapasitor, Oven Microwave, Pendingin Udara (AC), Motor Listrik
  • Rangkaian elektronik
  • Elektro-magnet
  • Fluida hidrolik
  • Fluida transfer panas
  • Tombol listrik/saklar
  • Regulator tegangan listrik
  • Pemutus arus listrik otomatis
  • Pompa vakum
  • Kabel listrik
  • Tinta
  • Pelumas
  • Lilin
  • Bahan tahan api (flame retardants)
  • Perekat
  • Pelapis permukaan (coatings) dan isolator
  • Pestisida
  • Cat dan pewarna
  • Aspal
  • Pipa pendingin
  • Senyawa plastik

Apakah Anda memiliki peralatan PCB yang terkontaminasi atau limbah PCB?

Tim kerja menemukan 23,000 ton PCBs di minyak trafo terkontaminasi di seluruh Indonesia.