Pada tahun 1970, PCB telah ditemukan di jaringan tubuh manusia, hewan maupun makanan di seluruh dunia, dan telah menjadi ancaman bagi kesehatan. PCB kemudian dilarang di banyak negara dan ditambahkan ke dalam 23 bahan kimia berbahaya yang harus dikurangi dan dihapuskan penggunaannya dibawah konvensi Stockholm.

KONVENSI STOCKHOLM

Konvensi Stockholm adalah perjanjian dunia pertama yang fokus kepada perlindungan lingkungan dan kesehatan manusia terhadap senyawa kimia beracun. Hasil Konvensi Stockholm mulai diadopsi pada tahun 2001 dan mulai diberlakukan pada tahun 2004. Saat ini 152 negara (termasuk Indonesia) telah menandatangani konvensi ini dan 179 negara yang mendukung. Pada awalnya, konvensi ini memberikan daftar 12 senyawa kimia yang harus dikurangi dan dihapus penggunaanya, dimana terdapat sebuah mekanisme untuk dapat menambahkan bahan kimia lain ke dalam daftar yang sudah ada.

Kriteria PCB yang menyebabkan bahaya
bagi kesehatan:
    • Sifatnya yang tidak mudah larut di dalam air tetapi larut di dalam minyak/lemak. Artinya jika senyawa ini masuk kedalam tubuh, maka tidak akan mudah dikeluarkan dari dalam tubuh tetapi akan tertahan dan Terakumulas secara biologis di dalam jaringan lemak dan akan diturunkan kepada anak-anak kita;
    • Beracun(berbahaya bagi hewan, manusia dan lingkungan. Senyawa ini dapat menyebabkan kanker, mengganggu sistem kekebalan tubuh, sistem saraf dan menyebabkan penebalan kulit);
    • Persisten (saat senyawa kimia ini terlepas ke dalam lingkungan, senyawa ini akan tetap berada dalam lingkungan selama generasi-generasi selanjutnya).
Manusia dan hewan terpapar PCB karena makanan dan air yang tercemar PCB:
    • Makanan – makanan yang terkontaminasi adalah sumber utama terjadinya pemaparan PCB. Manusia terpapar melalui nasi, ikan, daging dan telur yang tercemar. Bayi juga dapat terpapar dari ASI yang diberikan ibu kepada anaknya. Pada tahun 1968 di Jepang, ada sekitar 14.000 orang yang terkena penyakit karena memakan beras terkontaminasi PCB.
    • Udara – udara dapat tercemar oleh PCB yang akan jatuh ke tanah saat terjadinya hujan atau salju. PCB juga dapat menempel pada materi partikulat seperti debu dan materi halus lainnya. PCB juga telah ditemukan dalam konsentrasi yang tinggi di udara dalam ruangan gedung dengan adanya peralatan yang tercemar oleh PCB.
    • Air – PCB yang terlepas ke lingkungan di waktu yang lampau melalui pembuangan limbah cair oleh industri, saat ini masih ditemukan di dalam air, ikan dan sedimen. Banyak perairan terkenal seperti Great Lakes di Kanada dan perairan di Amerika yang diketahui bermasalah akibat konsentrasi PCB.

Diagram Exposure Pathways

Apa itu Bioakumulasi?

Peningkatan konsentrasi polutan dari lingkungan (tanah dan air) yang masuk ke organisme dalam rantai makanan. Organisme di puncak rantai makanan mempunyai kadar polutan tertinggi karena terakumulasinya racun dari lingkungan pada tingkat yang lebih rendah.

Bioaccumulation

KARSINOGENISITAS PADA PCBs

Karsinogenisitas-pada-PCBs

Paparan pada konsentrasi PCB yang tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan

Efek akut akibat terpapar PCB dengan konsentrasi tinggi dalam seketika

  • Iritasi kulit
  • Sesak napas
  • Bengkak pada kelopak mata, pucat pada kulit dan kuku
  • Mati rasa pada tangan dan kaki

Efek kronik akibat terpapar PCB dengan konsentrasi rendah secara terus menerus

  • Pertumbuhan kulit yang abnormal
  • Gangguann sistem pernapasan
  • Pembengkakan pada hati
  • Diare dan iritasi pada saluran pencernaan
  • Mengurangi respon sistem imun, membuat tubuh rentan terhadap penyakit